Refleksi – Stardoll



Sebelumnya aku tak biasa menulis sesuatu yang bersifat private (tidak ingin diketahui siapapun) di blog ini, biasa nya aku taruh di blog dummy dengan inisial/nama samaran  XD. Game online bukanlah sesuatu yang ingin aku bagi atau aku banggakan. Justru aku bermain game karena ingin membunuh waktu yang menyeramkan. Maksud? Aku tak ingin adik atau teman dekat ku bermain game online ... sungguh..
Oke, kenapa tiba-tiba menulis Refleksi-Stardoll? Iya, karena saat ini sedang/sudah tidak tertarik lagi bermain game online dan aku ingin bercakap-cakap dengan inner ku tentang kenapa aku bermain game..
Aku sama sekali tidak pernah merasa tertarik bermain game apa pun dalam bentuk apa pun baik di komputer/PS/on internet sampai pada akhir 2013 kejenuhan yang mendalam, waktu luang, dan rasa penasaran yang menggebu mengantarkan ku.
Di mulai Oktober 2013, aku membuka-buka email masuk dan ada pemberitahuan tentang akun stardoll yang aku buat di awal tahun 2012 (tidak pernah login sejak 20 bulan lalu saat itu iseng-iseng daftar dari iklan links yang menyebar di facebook). Di tahun 2012 aku pernah membuat 2 dolls tapi 1 sudah terhapus permanen karena lama tidak diurus dan memang tak pernah ada niat untuk serius bermain. Tahun 2013 aku membuka 1 doll lagi dan meng upgrade member ‘superstar’ dan memang menjadi lebih menyenangkan karena bisa mengakses lebih banyak  fiture seperti chat party, bazzar sendiri, punya lebih banyak stardollars, bisa beli baju keren (tergantung koin emasnya), dan lebih mudah mendapat teman di virtuall world tersebut. 
Di bulan Desember saat itu aku dilemma karena tekanan dari dalam dan luar yang terus aku coba hindari di kehidupan nyata akhirnya aku upgrade member platinum untuk 1 tahun keanggotaan sekitar 240ribu. Aku lebih menyukai kehidupan virtual ku daripada kehidupan real (miris ya). Aku bisa bebas mengeksperesikan dan mencurahkan semua rasa, aku mendapatkan kembali sedikit senyum ku yang hilang. Di kehidupan real aku terus direndahkan, tak punya kekuatan untuk bangkit, sakit fisik dan emosional yang ingin aku lupakan saat itu. Aku tenggelam lebih lama menghabiskan waktu bermain game online daripada menyelesaikan masalah real ku. 
Salah satu alasan ketertarikan ku mungkin karena aku terobsesi dengan boneka barbie sejak kecil bahkan sampai SMP aku masih bermain-main dengan boneka dan menghayal mereka itu nyata. Bapak tidak suka aku bermain boneka. SD sampai SMA aku terobsesi dengan majalah dan tabloid dari BoBo, keren beken, teen, gaul, bintang etc... Aku juga berburu poster idola sewaktu SMA, streaming drama di warnet. Kemungkinan aku starstruck? Oh bisa jadi boneka+star+fame = stardoll.


Di tahun 2014 aku terobsesi ingin mencapai sesuatu di stardoll seperti menjadi cover girl, juara mini game, mengoleksi barang antik, yah terpesona barang limited edition. Menunggu barang limited yang tak tahu kapan jam pastinya menyiapkan budget dengan top up atau jual barang di bazzar, memeriksa status, merencanakan barang yang akan dibeli sebelum toko buka dengan code, menyiapkan link khusus direct ke toko, merefresh halaman terus menerus, sesuatu yang excited, detakan jantung yang tak beraturan, rasa cemas dan waspada kadang bercampur gemetar saat bermain game online.. tanpa terasa saking lamanya  tangan pegal dan mata mulai berair karena sakit di depan laptop berjam-jam. Saat kurang cepat dan akhirnya tidak mendapatkan sesuatu yang di rencanakan aku begitu kesal dan frustasi mengomel-ngomel sendiri sampai berminggu-minggu kedepan ..ahaa.. menyedihkan bukan!
(yes, jilbab itu aku bikin di akhir 2013 aku buat semirip mungkin dengan jilbab favoritku di real life, dan hari itu design ku terpilih sebagai salah satu design terkeren dan aku dapat banyak visitor yang tak pernah terduga)

Kemudian aku tertarik dengan barang rare/langka dengan nilai jual tinggi dan tentu nya bergengsi. Sungguh di kehidupan real ku tak perhah terbesit di benak terliar ku aku menginginkan hal-hal seperti itu. Di game itu kadang aku seolah mempunyai identitas dan personaliti baru yang sweet, humble, generous, brave, i have dignity, other dolls love me, i love them, i have some virtual friends... Aku terus belajar tentang stardoll, items apa saja yang bersejarah dari tahun 2007 . Nilai barang masa lampau yang menggiurkan. Aku belajar marketing. Mengetok dari pintu ke pintu menanyakan kemungkinan mereka menjual barang mereka. Membangun ‘trust’ antara calon seller. Yah, aku menjadi re-seller. Aku tak top up lagi kalau ada barang datang sejak pertengahan 2014. 
Dan yah terkadang ada  non member yang mem-bully superstar/royalty/platinum member dengan black mail, ancaman, jebakan (tidak semua 'non member' biasanya mereka yang masih tingkat SD atau yang tidak ingin mengeluarkan uang tapi merengek meminta-minta ke member lain). Dan yah menjadi berhati-hati memilih teman karena banyak akun member lama yang tercuri, terhapus karena laporan2 yang mengada-ada dari rivals nya. Menjadi lebih berhati-hati dalam berkata-kata karena tak ada yang tahu ada dari mereka yang jealous atau sakit hati dan kemudian berniat melenyapkan Anda dari game tersebut . Tidak mengumbar-umbar barang rare karena bisa menjadi sasaran cheater. Banyak drama dari top designer yang ala drama celeb Hollywood sampai terbawa ke instagram dan facebook daily mereka. Yah, Dollywood! Bahkan ada top artis Dollywood yang pernah mencuri akun calon mintra seller ku dan banyak yang tidak percaya doll sekeren se-power itu mencuri dari doll lain yang tak populer.
Aku mengumpulkan stardollars ku dari membeli dan menjual kembali barang rare. Setiap hari keliling mencari seller dan bernegosiasi dari malam sampai pagi online terus secara fisik jelas aku tersiksa tetapi ada rasa emosional puas dan senang target whislist tercapai. Otak ku terus berpikir tentang strategi dan strategi untuk memperoleh target ku! Sungguh melelahkan... aku tidur siang sampai sore dan malam beraksi lagi karena mereka kebanyakan dari bagian bumi lain dengan perbedaan waktu (Belanda, Turkey, Polandia, Brazil) yang online nya tengah malam begitu seterusnya ... online addict? Yah, hanya membuka facebook doll, stardoll, underneathstardoll,.. setiap hari... menyedihkan :/
Di tahun 2015 aku mulai menjual stardollars ku ditukar dengan pulsa dari 25ribu-100ribu per transaksi. Sampai sekarang kadang ada langganan yang menanyakan stock stardollars ku walau aku sudah no feel untuk bermain dari Agustus 2015. Sekarang memeriksa/login 10 menit per minggu hanya untuk cek inbox. I don’t care anymore ... 2013-2015 (2 years).


Yah... obsesi berlanjut pada dunia lain... please bagi yang tahu cara menghentikan obsesi itu bagaimana? Masalahnya aku akan berhenti dari titik  100 to zero dari obsesi ku ketika menemukan obsesi lain dan begitu seterusnya. Tentunya sekarang aku sudah tak tertarik lagi dengan game online sama sekali ‘0’ karena ada obsesi dan kegilaan baru yang menantang, menghibur, dan penuh misteri.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Refleksi – Stardoll"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar baik saran maupun kritik. Komentar yang masuk akan muncul pada kolom komentar setelah di approve. Terimakasih atas pengertiannya.